GUBERNUR DORONG PERESMIAN KAWASAN KEK MOROTAI

AD
06 September 2018
218

Sofifi - Dalam rangka mempercepat pengembangan investasi di Provinsi Maluku Utara khususnya melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pulau Morotai, bertempat di Ruang Rapat Gubernur Maluku Utara dilangsungkan rapat koordinasi Persiapan Peresmian KEK Morotai bersama Pengelola KEK Morotai dan jajaran terkait. Rapat yamng dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dan instansi vertikal lainnya seperti Ditjen Bea Cukai, Kementerian Keuangan, Badan Pertanahan Nasional Provinsi Maluku Utara, dan sejumlah SKPD terkait Provinsi Maluku Utara, mendengarkan presentasi dari CEO PT Jababeka, Basuri T. Purnama tentang beberapa program yang telah dilakukan dan beberapa aspek yang masih membutuhkan penyiapan oleh pihak-pihak terkait, baik Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. 

Beberapa hal yang patut mendapat perhatian sebelum dilakukan peresmian oleh Presiden Republik Indonesia antara lain adalah percepatan pembuatan sertifikat lahan dari saat ini yang telah diterbitkan seluas 200 Ha ke 1000 Ha; penempatan petugas Bea Cukai di kawasan KEK, dan masalah telekomunikasi. Pihak BPN menjelaskan dalam rapat itu bahwa penyelesaian sertifikat dari lahan di sisi Barat kawasan KEK sedang dalam proses penyelesaian, sedangkan sertifikat pada lahan di sisi Timur Kawasan KEK Morotai telah selesai diterbitkan.  Pihak Bea Cukai dalam rapat itu juga menyatakan akan menempatkan tenaga Bea Cukai di wilayah KEK ketika sudah beroperasi kegiatan ekspor-impor dari kawasan KEK Morotai. Pernyataan dukungan dari Bea Cukai akan disampaikan dalam bentuk surat dukungan penempatan tenaga Bea Cukai dimaksud. Sedangkan mengenai permasalahan telekomunikasi, diminta oleh Dinas Kominfo dan Persandian Provinsi Maluku Utara agar pihak pengelola dapat menyurat ke PT Telkom untuk menambah gelar jaringan fiber optik untuk kebutuhan internet di kawasan industri pariwisata dan surat ke PT. Telkomsel untuk menambah coverage jaringan celuler di kawasan KEK Morotai. 

Pada kesempatan lain, Basuri T. Purnama di hadapan  sejumlah wartawan di loby ruang Gubernur Maluku Utara menjelaskan bahwa terdapat 2 (dua) industri yang akan dikembangkan yaitu industri perikanan dan industri pariwisata. Namun dengan sejumlah kendala perizinan yang ada, pihak pengelola akan memprioritaskan pengembangan industri Pariwisata di Pulau Morotai. Hal yang positif untuk tujuan ini adalah pengembangan Bandara Leo Watimena Morotai menjadi Bandara Komersil sementara dalam proses penyelesaian di Kementerian terkait dan TNI Angkatan Udara. Dengan penetapan Bandara Leo Watimena sebagai Bandara komersil, menurut Basuri akan dibuka penerbangan langsung dari Beijing-Morotai, Taiwan-Morotai dan Jepang-Morotai. Hal itulah yang menurut Basuri, ia tetap optimis mengembangkan kawasan KEK Morotai dari industri pariwisata seperti Maldives dan Langkawi.

Gubernur Maluku Utara, KH. Abdul Gani Kasuba Lc dalam rapat itu menyampaikan kepada pihak-pihak terkait agar memperhatikan beberapa langkah yang belum selesai dipersiapkan, termasuk telekomunikasi. Menurut Gubernur, percepatan peresmian perlu dilakukan untuk menyesuaikan jadwa kegiatan Presiden RI, Joko Widodo, sehingga peresmian KEK Morotai dapat dilakukan sebelum pelaksanaan Kampanye Pemilihan Presiden Republik Indonesia (23 September 2018). Oleh karena itu dengan waktu yang singkat itu, Gubernur mengharapkan jajaran terkait terutama Bappeda dan Badan Penamanan Modal Daerah Provinsi Maluku Utara agar dapat lebih memperhatikan aspek-aspek yang belum diselesaikan dalam kaitan dengan pengembangan KEK Morotai terutama dari segi perizinan dari pihak-pihak terkait

© MediaCenter MalutProv

Share :