PT. Antam dan Pemprov intensif monitoring Calon Magister dan Doktor Malut

AD
10 April 2017
726
Monitoring ketiga tim Pemprov Maluku Utara dan PT.antam di Global English Couse Kampung Inggris Pare Kediari, Jawa timur.

Mukhtar: 93% Calon Mahasiswa Malut sudah siap ikut beasiswa LPDP dan BIT

Kediri,06/04/17,- Pembekalan bahasa 28 Calon Mahasiswa Magister dan Doktor yang dibiayai melalui dana Comunitty Sosial Responsobility (CSR) PT. Antam bekerjasama dengan Pemerintah provinsi Maluku Utara kembali dimonitoring untuk ketiga kalinya oleh Tim Penjaringan dan Seleksi Bantuan Beasiswa S2-S3 dan Perwakilan PT. Antam yang dimulai sejak awal bulan Januari 2017 lalu. Demikian disampaikan Sekretaris Tim Penjaringan dan Seleksi Bantuan Beasiswa S2-S3 LPDP/ PT. Antam Afian Wakunbun didampingi penanggung jawab teknis Beasiswa PT Antam, Tim Pembanding Umar Mokhtar dan kepala pemberitaan Media cneter kantor gubernur Rahwan K suamba usai menggelar pertemuan dengan pihak Gobal English Course dan para calon mahasiswa di kampung Inggris Kediri, provinsi Jawa Timur.


Afian menjelaskan, sebelum melakukan monitoring ketiga terkait hasil terbaru Test of English as Foreign Language (TOEFL) dan International English Language Test System (IELTs) yang disampaikan oleh pihak global Englis Course, Sekretaris mendampingi Ketua Tim Penjaringan Imran Yakub menemui gubernur Maluku Utara Kh Abdul Gani Kasuba dan mendapat beberapa arahan diantaranya memnita kepada Tim agar memberikan motivasi dan dorongan kepada peserta yang ada di Pare sehingga dapat menyelesaikan tugas belajar dengan sabar dan melakukan evaluasi sebagai dasar untuk kelanjutan kerjasama tahap dua yang akan dibiayai oleh PT Antam dalam bidang bahasa.


Terkait hasil pre Test sebelumnya, lanjut Alfian, keduapuluh delapan mahasiswa mempeoleh hasil scoring rata-rata 400 untuk TOEFL dan 6.0 untuk IELTs atau hampir 90% kecuali ada Tiga calon mahasiswa yang baru mencapai scoring 300. Namun, pada saat mengikuti tes yang dilakukan pihak LPDP tanggal 2 April lalu sebagai akibat dari perubahan waktu test yang sebelumnya ditetpkan pada akhir Mei namun dimajukan pada awal bulan April oleh Lembaga Pembiayaan Dana Pendidikan (LPDP), sehingga hanya sebahagian kecil yang memperoleh skoring 400 dan sisanya terpaut di angka 300.


“akibat dimajukannya jadwal tes penjaringan beasiswa LPDP yang semula dijawalkan pada bulan Mei menjadi bulan april membuat hasil tes TOEFL dan ILTS sebahagian calon mahasiswa menurun”.Kata Alfian.


Menindaklanjuti perubahan tersebut, Tim Penjaringan dan PT. Antam menemui Kepala Devisi Pengembangan Dana dan Kerjasama LPDP, Agung Sudaryono di Jakarta untuk memperoleh keterangan resmi terkait perubahan jadwal sekaligus lampiran hasil Test semetara dan tindak lanjut surat rencana MoU Gubernur Maluku Utara yang dikirim beberapa waktu lalu oleh pihak Pemerintah provinsi ke LPDP melalui kantor gubernur Maluku Utara.


Agung menjelaskan, perubahan test yang terjadi di LPDP sesunguhnya telah dibahas secara internal dan disampaikan kepada presiden melalui tim bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Ekonomi dan kemaritiman dan telah disepakati seperti yang telah dilakukan.
Namun demikian, Agung berjanji akan segera membawa hasil evaluasi dan monitoring pada rapat internal dengan Direksi LPDP untuk dibicarakan karena sebelumnya LPDP telah memiliki hubungan kerjasama pendidikan dengan PT. Antam apalagi 28 calon mahasiswa penerima beasiswa adalah pilot project perdana pendidkan S2 dan S3 di malut yang dikirim ke kota Pare Kediri oleh PT Antam dari Pemerintah provinsi Maluku Utara.
“kami memiliki kerjasama dengan PT Antam oleh karena itu, kami akan bawa ke rapat internal apakah akan diberikan prefelensi hingga menyelesaikan program kursus pada bulan Mei atau tidak”, kata Agung.


Sementara itu, Koordinator Stewardship Asisten Program Global English, Muhtar Lutfi saat menerima kunjungan tim penjaringan memiliki opptimisme seluruh mahasiswa akan mampu mencapai target scoring yang diharapkan karena masa bimbingan baru menjalani dua bulan dari empat bulan yang telah ditetapkan bersama oleh LPDP, PT. Antam dan Pemprov Maluku Utara.(MC/01).

© MediaCenter MalutProv

Share :