Gubernur Mantapkan PSN dihadapan Presiden RI dan para Menteri

AD
28 Februari 2017
695

AGK: Presiden minta menteri prioritaskan Usulan yang saya sampaikan.

Jakarta,28/02/17,- Sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi program unggulan pemerintah pusat di provinsi Maluku Utara dimantapkan oleh Gubernur Maluku Utara pada Rapat Terbatas (Ratas) antara Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan jajaran kementrian dengan Gubernur Maluku Utara Kh.Abdul Gani Kasuba Lc bertempat di ruang rapat Istana negara, Jakarta.


Presiden Jokowi pada saat membuka rapat terbatas meminta kepada jajaran menteri agar pembangunan provinsi difokuskan pada apa yang menjadi unggulan daerah. Oleh karena itu, khusus Maluku Utara harus mendukung tiga core bisnis yakni Perikanan, Pariwisata dan Pengolahan Hasil Tambang di Maluku Utara. Presiden juga mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang makin membaik.


Dihadapan presiden, gubernur AGK menjelaskan sejumlah skala prioritas pembangunan di Maluku Utara tahun 2017 seperti peningkatan infrastruktur jalan lingkar Halmahera dan pembangunan jalan bebas hambatan, pengembangan tiga bandara yaitu bandara Kuabang Kao, bandara Leo watimena Morotai dan bandara Usman Sadik Halmahera Selatan, pembangunan infrastruktur pelabuhan Eksport di Sofifi, pengembangan Kota baru Sofifi dan rumah sakit di Sofifi harus dikerjakan pada tahun 2017. Dan apa yang disampaikan oleh gubernur direspon dengan baik oleh presiden dan para menteri.


"Apa yang saya sampaikan menjadi perhatian presiden dan para menteri", kata AGK.

Pada kesempatan itu pula, sejumlah menteri kabinet kerja juga melaporkan skala prioritas pembangunan masing-masing Kementerian di provinsi Maluku Utara.


Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (esdm) Ignasius Jonan telah menyiapkan pembangunan Pusat Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) berkapasitas 10 megawatt di kota Sofifi dan 140 megawattt di pulau Morotai.


Sementara, menteri Perhubungan RI Ir.Budi Karya Sumadi saat menyampikan laporan kepada presiden telah menyiapkan anggaran pembangunan pelabuhan ekspor di Sofifi dan penyeberangan pulau antara pulau di Maluku Utara. Selain itu juga, bandara Babullah Ternate juga ditetapkan sebagai salah satu proyek strategi nasional dan mendukung bandara kuabang kao sebagai proyek strategis nasional tahun 2017.


Di bidang Perikanan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Puji Astuti juga menyediakan anggaran pengembangan export tuna, industri perikanan dan pusat riset dengan total 300 miliar bersumber dari APBN.


Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono juga menyampaikan pembangunan perumahan Rusunawa di Sofifi bagi PNS dan rumah Khusus Nelayan dan pembangunan air bersih dengan total anggaran Rp.1.2. triliun.


Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang P.S.Brodjonegoro juga menyampaikan program strategis nasional seperti jalan lingkar pulau Morotai, revitalisasi bandara Babullah Ternate, pengembanguan jembatan Wayabula.


Ia juga melaporkan perkembangan Kawasan ekonomo Khusus (KeK) di pulau Morotai dimana persoalan mendasar untuk segera dipenuhi di Morotai adalah penyediaan tenaga listrik. Ia juga menyiapkan percepatan pembebasan lahan dari 1100 Ha yang ditetapkan baru 200 ha yang telah dibebaskan.


Hadir dalam rapat terbatas antara lain Menteri Sekretaris Negara Pramono Anum, Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan, menteri Kelautan dan Perikanan Susi Puji Astuti, menteri Keuangan Sri Muliani, Menteri ESDM, Ignasius Jonan, Menteri PU-PR M.Basoeki Hadimuljono, ketua Bappenas, Kepala BPKP RI DR. Ardan Adiperdana, Menkopolhukan Wiranto, Menteri Perhubungan Ir.Budi Karya Sumadi dan Menteri Pariwisata Arif Yahya.

Sementara, Gubernur Maluku Utara di dampingi Kadis Kelautan dan Perikanan provinsi Maluku Utara Buyung Radjiloen dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Samsuddin Banyo.(Mc/01).

© MediaCenter MalutProv

Share :